papuatengah.tagarutama.com, Fakfak – Aktivitas di Pasar Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terganggu setelah para karyawan melakukan aksi pemalangan pada Selasa (17/3/2026). Aksi ini dipicu oleh belum dibayarkannya gaji pegawai pasar, mulai dari petugas parkiran, keamanan hingga tenaga kebersihan.
Dua pintu utama pasar ditutup oleh karyawan, sehingga akses keluar-masuk bagi pedagang dan pengunjung menjadi terbatas. Meski demikian, kondisi di dalam pasar tetap terpantau ramai, mengingat momen tersebut bertepatan dengan tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu karyawan, Falan Woretma yang bertugas di bagian parkiran, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima upah selama tiga bulan terakhir. Ia menilai kondisi ini sangat memberatkan, terlebih di tengah kebutuhan ekonomi yang meningkat menjelang lebaran.
“Kami hanya meminta hak kami dibayarkan. Sudah tiga bulan kami bekerja tanpa menerima gaji,” ujar Falan.
Para karyawan menegaskan, aksi pemalangan akan tetap berlangsung hingga ada kepastian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Fakfak terkait pembayaran gaji yang tertunda.
“Palang ini akan kami buka jika sudah ada kejelasan pembayaran dari Disperindag. Kami tidak ingin berlarut-larut, apalagi ini sudah mendekati hari raya,” kata salah satu perwakilan karyawan.
Penutupan akses pasar tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, meski sebagian pedagang tetap berupaya menjalankan aktivitas jual beli di dalam area pasar.
Para karyawan berharap pemerintah daerah melalui Disperindag Fakfak segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan ini, agar aktivitas pasar kembali normal dan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat terpenuhi tanpa hambatan. (TU.01)










